Kata mukminun, kafirun dan munafiqun sangat sering muncul dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an menjelaskan secara detail mengenai pengertian dan tanda-tanda dari ketiga kata itu dalam surat tersendiri. Hal ini menandakan bahwa tiga kata tersebut sangatlah penting untuk dipahami dan dikaji. Berikut penjelasannya:

Mukminun

Kata mukminun sering sekali muncul dalam Al-Qur’an. Ia memiliki dua redaksi berbeda dengan makna yang sama yaitu, Mukminun (المؤمنون) dan Mukminin (المؤمنين). Menurut ilmu nahwu, lafadz Mukminun merupakan jama’ mudzakkar salim mahal rofa’, sedangkan lafadz mukminin adalah jama’ mudzakkar salim dengan mahal nashob atau mahal jar. Penggunaan kedua kata inipun disesuaikan dengan mahalnya. Ketika mahalnya sebagai maf’ul bih maka ia akan menggunakan kata mukminin, sedangkan ketika ia menjadi jar-majrur atau mudhof-mudhof ilaih maka ia akan menggunakan kata mukminun.

Surat Al-Mukminun memberikan gambaran bahwa ia bermahal rofa’, karena ia menjadi sebuah muntada’. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur’an ialah sebuah kalam Allah yang memiliki kemolekan yang indah dalam susunan bahasanya. Dan tidak ada yang dapat menandingi bahasa Al-Qur’an, inilah yang menjadikan Al-Qur’an sebagai mukjizat terbesar dikala memerangi orang kafir. Surat ini merupakan surat ke-23 dari urutan susunan surat dalam Al-Qur’an. Surat ini diturunkan di makkah dengan berjumlah 118 ayat. Adapun makna dari surat ini adalah orang-orang yang beriman.

Surat al-mukminun merupakan gambaran umum dari seseorang yang beriman (percaya) kepada kekuasaan Allah sehingga ia melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Makna al-mukminun adalah orang yang menjalankan ibadah secara seimbang.[1]

Adapun karakteristik yang menjadikan orang mukmin beruntung dalam tafsir Al-Ibriz adalah:

1.  orang yang melakukan shalat secara khusyu’ dengan merendahkan dirinya di hadapan Allah Swt.

2.  orang yang menjauhkan diri dari ucapan dan perbuatan yang tidak berguna.

3.  orang yang menjaga kemaluan (farji)nya dari selain istri dan budaknya (pada masa Nabi).

4.  Orang yang memelihara amanat dan menepati janji yang telah ia buat. Baik secara personal maupun kelompok.

5.  Orang-orang yang memelihara shalatnya, yaitu shalat tepat pada 5 waktu yang telah ditentukan oleh Allah.

Janji Allah terhadap orang mukmin adalah barang siapa yang memiliki karakteristik orang mukmin di atas maka Allah akan memasukkannhya ke dalam surga Firdaus dan kekal di dalamnya.

Munafiqun

Kata munafiqun banyak digunakan dalam Al-Qur’an, tetapi tidak sebanyak kata mukminun. Kata munafiqun memiliki tiga redaksi dalam penggunaannya. Adapun redaksi pertama adalah munafiqun (المنافقون), yang menjadi  jama’ mudzakkar salim mahal rofa’. Lafadz ini dugunakan ketika ia menjadi mubtada’ dari suatu kalimat. Contoh: ketika menjadi mubtada’ pada judul surat Al-Munafiqun. Redaksi kedua adalah lafadz munafiqin (المنافقين) yang menjadi jama’ mudzakkar salim dengan mahal nashob atau mahal jar. Contoh: ketika menjadi maf’ul bih atau jar-majerur. Redaksi ketiga adalah munafiqat (المنافقات), yang menjadi jama’ mu’annats salim yang digunakan khusus untuk orang munafiq perempuan.

Surat Munafiqun memiliki makna orang-orang munafik. Surat ini turun di Madinah dengan berjumlah 11 ayat dan menjadi surat ke-63 dari urutan surat dalam al-Qur’an. Pembahasan mengenai orang-orang munafiq menjadi penting karena kata munafiqun menjadi nama sebuat surat. Munafiq adalah orang yang mengaku iman kepada Allah ketika di depan manusia tetapi di belakang memusuhi orang mukmin. Bisa dikatakan bahwa mereka berpura-pura dalam agama.

Adapun karakteristik munafiqun adalah:

1.  orang yang sering berdusta dengan cara mengucapkan hal yang berbeda ketika di depan dan di belakang orang yang sama.

2.  Menghalang-halangi orang-orang mukmin yang akan beribadah kepada Allah.

3.  Bersumpah atas nama Allah lalu mengingkarinya.

4.  Musuh dalam selimut.

Allah menyuruh orang mukmin untuk berhati-hati dalam menghadapi orang munafiq. Orang munafiq adalah orang yang telah beriman yang kemudia kafir terhadap Allah dan para rasul-Nya. Adapun Allah menjadikan hati mereka terkunci akan kebenaran sehingga mereka menjadi orang yang tidak mengerti. Allah tidak akan mengampuni orang munafiq sekalipun Nabi Muhammad memintakan ampunan kepada Allah. Dalam surat munafiqun, Allah menyamakan orang munafiq dengan orang fasik.

Kafirun

Kata kafirun hampir sama dengan kata mukminun dan munafiqun. Kata ini sering muncul pula dalam Al-Qur’an dan menjadi nama sebuah surat. Sehingga inilah yang menjadikan pembahasan mengenai kafirun menjadi sangat penting untuk dikaji. Surat kafirun memiliki arti orang-orang yang kafir. Surat ini turun di makkah. Merupakan surat ke-109 dari urutan surat dalam Al-Qur’an dan berjumlah 6 ayat. Surat ini menjelaskan mengenai sikap toleransi dalam beragama. Agama di dunia ini adalah satu, tetapi dalam prosesnya ada banyak sekali agama dengan tujuan yang sama, yaitu menyembah sang pencipta alam semesta.

Adapun karakteristik orang kafir dalam surat ini menurut tafsir Al-Ibriz adalah:

1.  Mengajak orang  mukmin untuk syirik kepada Allah.

2.  Membenci dan memerangi orang Islam.

3.  Tidak beriman kepada Allah.

4.  Mengikuti agama nenek moyang yang belum pasti benar.

Al-Qur’an menjelaskan mengenai orang kafir, di mana ketika orang kafir mengajak Nabi membuat perjanjian tentang bertukar sesembahan selama setahun, Allah menurunkan surat yang isinya bahwa Islam memiliki Allah dan orang kafir memiliki sesembahan mereka sendiri. Jadi ketika mereka berniat syirik terhadap sesembahan mereka maka orang Islam jangan ikut-ikutan.

Dari pengertian ketiga kata di atas dapat diketahui bahwa ketiga golongan di atas memiliki pesamaan dan perbedaan. Persamaan dari mukminun, munafiqun, dan kafirun adalah:

1.  Sama-sama diberikan kabar gembira mengenai agama Islam.

2.  Menjadi pembahasan yang sangat penting dalam Al-Qur’an.

Sedangkan perbedaan dari ketiga kata di atas adalah:

1.  Orang Mukmin adalah orang yang beriman dan percaya akan ke-Esa-an Allah.

Orang Munafiq adalah orang yang percaya akan keEsa-an Allah yang kemudian kufur kepada Allah. Orang kafir adalah orang yang benar-benar tidak pernah Islam sedikitpun.

2.  Orang mukmin secara terang-terangan mengakui agama Islam.

Orang munafiq adalah orang yang menjadi musuh dalam selimut, ketika bersama dengan orang Islam mereka islam, sedangkan ketika bersama dengan orang kafir mereka juga kafir. Orang kafir secara terang-terangan mengakui membenci Islam.

3.  Tujuan orang Islam adalah menyembah Allah.

Tujuan orang kafir dan orang munafiq adalah menghancurkan dan memecah belah agala Islam.

@Silfi Mahfudiyah – Semester 6

Explore More

PERILAKU BUNUH DIRI MENURUT AL-QUR’AN (Studi Kualitatif Penafsiran dalam Perspektif Tafsir al-Ibriz)

13/10/2021 0 Comments 0 tags

Mengenal Bunuh Diri Bunuh diri dalam bahasa Inggris: suicide, berasal dari kata Latin suicidium, dari sui caedere, yang berarti “membunuh diri sendiri” adalah sebuah tindakan sengaja yang menyebabkan kematian diri

LOMBA DENGAN PEMUNGUTAN UANG

30/03/2021 0 Comments 0 tags

Oleh: Nur Laili Fitriany   Perlombaan dalam Islam disebut dengan istilah “Ju’al” dan hukumnya boleh. Pada hakikatnya praktek Ju’al (perlombaan) adalah seseorang mengumumkan kepada khalayak bahwa siapa yang bisa menang